Jumat, 01 Maret 2013

Partai Pohon Beringin

Ini orang-orang kos ribut komentar sama berita di tv. Yang anak dibunuhlah, yang pelecehan seksual lah, partai Golkar lah.. =.=
Makin bobrok aja moral negara ini. 
Nah, ngomongin tentang partai golkar, ada kenangan masa kecilku yang nggak menyenangkan sekali tentang partai yang satu ini. =.=
Ceritanya nih ya, dulu itu pas waktu aku masih kecil, yah.. kira-kira kelas 2 atau 3 SD lah. Waktu itu aku masih tinggal di perumahan PT tempat bapak kerja.
Aku selalu punya kenangan manis di perumahan ini. Meski rumah yang ditempati berukuran kecil, dikelilingi perkebunan nanas, dan jauh dari segala kemajuan teknologi yang sedang berkembang, aku menganggapnya adalah sebuah pulau kecil. Pulau yang penduduknya adalah orang-orang yang merantau. 
Kehidupan perumahan ini selalu saja meriah. Entah pagi, entah siang, entah malam, selalu rame. Nggak terkecuali pas perayaan-perayaan tertentu. Salah satunya adalah perayaan 17 Agustus. 
Tiap taun, di awal bulan Agustus, rumah-rumah di perumahan ini sudah dihiasi dengan segala pernik-pernik ala 17 Agustus-an. Para bapak mulai mencari bambu-bambu kecil untuk memasang umbul-umbul dan bendera merah putih, anak-anak kecil merengek ke orang tua mereka untuk menghias sepeda mereka sekeren mungkin, sedang ibu-ibu berlatih senam poco-poco untuk dilombakan. Tak ketinggalan para bujang yang latian nge-band buat acara puncaknya.
Dan.....yang lagi ngetrend waktu itu adalah....lampu kelap-kelip yang dibentuk lucu lalu di pasang di depan setiap rumah. 
Yang paling keren saat itu adalah bentuk Teletubbies milik tetanggaku yang anaknya bernama Riko ( Aku lupa nama orang tuanya siapa =.=), terus bentuk bintang, bentuk bulan, bentuk bunga.. macem-macemlah pokoknya.
Kalau jalan di jalan perumahan pas malem hari, keliatan cantik banget itu lampu-lampu nya...
Dan yang bikin merusak adalah lampu kelap-kelip punyaku! >.<
Kenapaaaa bisaa?? 
Karena ibuku yang ngebentuk itu lampu-lampunya! >.< 
Nggak menyalahkan karena jelek sih.. tapi.. bentuknya itu.. yang... ya ampun... aku sampe berkali-kali ditanyain sama temenku "Wit, itu bentuk apa sih? jamur ya?"
Banyak yang mengira itu bentuk jamur. Padahal....
"Itu pohon beringin." kata ibuku pas aku tanya itu bentuk apa.
APA?! beringin dari mana coba.. jelas-jelas kalau aku yang liat itu bentuk jamur! bener-bener jamur!
Katanya sih ibu terinspirasi sama partai Golkar. =.=
Belum lagi kata bapak yang bilang itu lambang Koperasi Dwi Karya, koperasi yang ada di PT ini.
Ah.. aku juga nggak ngerti maksudnya apa orang tuaku ini.. Sungguh bentuk yang nggak lucu, dan nggak normal.. dan buat masa kecilku.... agak sedikit menyedihkan.. T.T 

Kamu yang Pergi

Banyak orang berpikir
Yang pergi lah yang akan berubah
Entah itu hidupnya
Entah juga hatinya..
Sedang yang ditinggalkan,
akan menunggu dengan bodohnya
Tapi kurasa kamu tidak begitu
Pergi mengikutiku, lalu melupakanku
Karena kamu pergi dan berubah
Tidak ada yang tertinggal
Tidak ada yang menunggu
Aku..
Hanya masa lalu mu..

Jumat, 22 Februari 2013

Mario Teguh's Quote ( 3 Language )

Korean :
마리오 뜨구 씨가 그러는데 아픈 마음을 치료하기 위한 좋은 방법은 다시 한번 사랑에 빠지는 기래요.
English :
Mario Teguh said that the best way to treat a broken heart is falling love again.
Indonesian :
Mario Teguh berkata bahwa cara terbaik untuk menyembuhkan hati yang terluka adalah dengan jatuh cinta lagi.

Aku sangat setuju sama kalimat ini!! ^^
 

Rabu, 20 Februari 2013

Am I alive?

Aku hidup di dua tempat saja
Rumah
Dan sekolah.
Setiap hari.
Enam jam dirumah
Sisanya entah dimana.
Tidur di malam hari,
Belajar di siang hari.
Apa aku hidup?

Kamu lebih hidup daripada aku.
Kamu di rumah, kamu di sekolah.
Kamu menyentuh kehangatan manusia lain,
Kamu bagian kehidupan orang lain.
Kamu lebih hidup dari pada aku.

Aku lebih hidup dari kamu.
Kamu lebih tidak punya harapan daripada aku.
Seseorang harus menolongmu.
Bolehkah aku?

Aku memang berputus asa.
Tapi tidak lagi.
Aku telah membuka hati.
Seseorang...
Tolong, selamatkan aku.

Ah, sesuatu terjadi pada diriku.
Di sini, ada rasa yang menggebu.
Kamu...
Maukah merasakan apa yang aku rasakan?

Aku selalu penasaran...
Bagaimana rasanya dua denyut jantung beriringan,
Menyatu, bersentuhan lewat jemari kita

Kesimpulannya...
Bisakah kita bersama?
Menghadapi semua,
Dengan kita yang lebih hidup dari kemarin

Aku setuju
Aku menyadari
Kita hidup setiap hari,
Lalu mati hanya sekali

Lalu kita dibangkitkan lagi
Dan kita tidak saling mengenal
Sampai saat itu tiba..
Ini, raih tanganku
Iringi langkahku

Ya, kita masih terlalu muda untuk membusuk di sini...

Rabu, 13 Februari 2013

Menunggu Hujan

Menunggu Hujan (2013/02/03)

Awalnya lukisan ini mau aku buat dengan suasana cerah ceria padang bunga. Tapi karena tiba-tiba mood berubah jadi buruk, makanya jadi mendung mau hujan badai gitu. =.= terjadi kesalahan dalam pelukisan seseorang yang ada dalam lukisan. =.= Jadi mirip hantu berbaju merah. =.= aku lupa melukis matanya juga..

Lihatlah ke Bulan. Look to the Moon. 달을 보세요. 満月に期待しています。

Lihatlah ke Bulan. Look to the Moon. 달을 보세요.  満月に期待しています。(2013/02/03)

Lukisan ini aku buat menggunakan cat air di kertas ukuran A4. Bercerita tentang dua orang anak laki-laki yang sedang istirahat karena kelelahan bermain di malam hari. Di padang rumput yang kecoklatan karena sedang musim kering, mereka sejenak mengistirahatkan raga. Lalu salah satu dari mereka berteriak, menunjuk bulan purnama yang terlihat sangat cantik.

Saat membuat lukisan ini, aku bisa membayangkan diriku ada di padang rumput tersebut. Melihat jauh ke langit malam dan menemukan bulan. Aku terus melihatnya sampai aku merasa aku ingin terbang ke sana. Melihat dunia lebih luas, mendengar suara lebih banyak, berbicara lebih keras. Aku ingin bebas!

Paper Art-Shadow






Nah, paper-art yang tak buat pas ngerjain tugas akhir mata kuliah Membaca III di MK kafe~ :3