Tampilkan postingan dengan label Random Words. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random Words. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2013

Dear Sister :) It's All about You to Me.

This is strange.
I still feel uncomfortable when you called me 'adek'.
The story between you and me.
Story of you and me in the past.

This is strange.
I always remember you never to called me like that.
Just called my name.
There is a distance between us that is always together.

This is strange.
You and me in the past.
Fighting, yelling at each other, hate each other.
I still remember.
You always make me cry.
Didn't protect me, like the other sisters.
All happened before, makes me feel like I life myself.
Whereas the only sister I have only you.
But we don't like the other sisters.

Sometimes,
Maybe we have the same clothes, or similar stuff.
But it wasn't enough to make me feel I'm not alone.

I don't know how you feel at that time.
I know, you're like me and never converge.

Ah, sometimes, I wish you didn't exist.
You, too, may have wished I had never born.

"First born sister to protect her younger sister.
younger sister born after older sister because the younger one need protection. "

All the words is like bullshit.
Which I know is you and me didn't close.

But I can't hate you forever.
Because you and me actually have each other.
I know, you're actually really loved me.
Because only me, younger sister you've got.
Teach me the Japanese language, introducing me litmus paper and acid-base, introducing me a matrix, showing methe form of diskettes, showing me transverse leaf images.
Apparent all that you learned in high school, you introduce me who was in elementary school.
Sometimes you make fun of me.
With your long hair, you let it break down on my head.
I had one that used to cut my hair short, certainly refuse.
But you always insist, and said "well, you have long hair now."

You and me in the past.
I don't completely hate you.
When you are not at home, I secretly look at all your things.
Writings in a book lesson, letters tucked between pages of a book, or a photo of your boyfriend.
I know everything.
Your diary too, as well as the stories that you experience out there, where I can not see it.

We are not close.
So this is how I know you laneways closer.
Everything I founnd out information about you own then make it a secret.
Because I know, I have a sister who's just you.

All changed when it was time we growing up.
When the school makes between us more distance away.
Not in the same house.
Didn't meet every day.
Didn't talk every day.

This is strange.
What we did remains as before.
I'm glad you're not home, and I still don't know how you feel.

Then, here we are now.
Really has changed.
Especially you, is much more mature.
Thinks that I as people who may be asked about your boyfriend.
Or talk about the things we want to achieve together.

This is weird.
When you called me 'adek'.
Not only  when you said it in front of me, but also in front of your friends.
I'm still not used to be this one habit.

But I'm happy.
Although once in a lifetime you call me that.
I'm thankful to have a sister like you.
Even though not the perfect sister.
But to me, you're a great big sister and really understand me.
And I am happy, I am your younger sister.

I want you to know that I love you, Onee-sama. ^ ^
* but I was too shy to say it directly. Maybe you're also so *

Kkk~ Terima kasih. 

Kamis, 21 Maret 2013

Saat Aku Jatuh Cinta

Saat aku jatuh cinta
Aku nikmati tiap detik saat kau melintas di hadapanku.
Saat aku jatuh cinta
Ketika aku menangkap sedikit bayang-bayangmu.
Waktu terasa membeku.
Hanya kamu yang bergerak.
Menggelitik hatiku,
untuk terus mencari bayangmu.
Tak ingin menyerah,
atau melepas sedikitpun.

Rabu, 20 Maret 2013

Musuh-musuh Otaku Manga!!!

Buat Anda sekalian yang merasa atau mengaku Otaku Manga, disadari atau tidak, ada hal-hal yang menjadi musuh dalam hidup ke-Otaku-an kalian. T.T
Berdasarkan pengalaman pribadi, hal-hal berikut ini adalah musuh para Otaku Manga:

1. Toko Buku
Sudah pasti, kalau udah cinta dan ketemu yang dicintai (dibaca : manga) di toko buku, pasti bawaannya pingin dekeeeeeet terus (dibaca : beli). Keturutan deh kalo ada duit. Nah, kalo nggak ada???? Kebawa mimpi deh udah nge-list manga apa aja yang mau dibeli, tapi ternyata cuma bisa diratapi (dibaca : cuma diliat-liat) alias CUMA SURVEY. (Pengalaman pribadi yang sering terjadi --> Menyedihkan)

2. Manga Online vs Manga (dibaca : beneran bentuk buku)
Beberapa Otaku Manga, terkadang tidak hanya sekedar senang membaca manga, tetapi juga ada yang senang mengoleksinya. Nah, ini dia yang juga bikin geregetan. Di saat manga-manga baru banyak terbit di website manga online, yang bentuk buku dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal lamaaaaaaaa banget terbitnya. T.T Bahkan ada yang manga online nya udah sampe belasan volume, ternyata bentuk 'hard-lokal' nya baru keluar 1 volume. Ini sangat memprihatinkan sodara-sodara!

3. Terjemahan Bahasa Inggris
Buat yang nggak sabaran nunggu manga terbitan lokal, biasanya lebih milih manga online yang berbahasa Inggris. Bagus sih emang, buat ngebiasain mbaca teks bahasa Inggris, tapi ada beberapa orang yang nggak ngerti dan akhirnya cuma ngeliat gambarnya aja. Ceritanya nggak ngerti. T.T (Ini juga pengalaman pribadi yang menyusahkan. Kadang sampe bolak-balik buka website manga online sama kamus pc.)

4. Rental Komik
Rental komik adalah salah satu solusi buat 3 musuh yang telah disebutkan sebelumnya. Nggak perlu bayar belasan ribu untuk baca satu buku, nggak perlu repot nerjemahin dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dan koleksi manga-manga terbitan lama pun ada. Sayang, solusi ini nggak berlaku untuk para Otaku Manga berkantong tipis (seperti saya). T.T apalagi nggak bisa dicap 'HAK MILIK'. Nyeseeekk~ (/=..=)/~

5. DISKON
Ini nih yang paling bikin hati cekit-cekit. Waktu  ada diskon gede-gedean. Nyampe 40% !!! (Diskon terbesar yang ada di kota saya). Sesungguhnya ini bukanlah musuh buat para Otaku Manga, yang bikin jadi musuh itu gara-gara udah ada diskon besar-besaran, nggak punya duit, dan liat posternya sehari setelah masa diskon berakhir. Ah~~~ berasa lemas tak bertulang raga ini....

6. Lingkungan Sekitar
Pengalaman pribadi membuktikan, bahwa saya adalah orang yang kalau udah ketemu manga, berasa tenggelam dalam dunia kelam saya. Menurut pengakuan temen-temen saya, kalau saya lagi baca manga, sudah dipastikan telinga seperti lagi disumpelin headset terus nyetel lagu rock volume-max! (dibaca : nggak denger kalo diajak ngomong), tingkat keseriusan meningkat ratusan persen (lebih serius dan fokus daripada saat ngerjain ujian), dan suka nggak sadar ketawa keras-keras padahal lagi di tempat umum. Intinya adalah orang-orang sekitar akan melihat kita sebagai sesuatu yang 'diluar dunia normal'. Padahal emang normal 'kan ya? T.T (Normal untuk para Otaku Manga maksudnya...)

Yup! Sekian curhatan saya sebagai Otaku Manga kali ini. =.= Sebenernya ada satu musuh terbesar bagi saya sebagai seorang Otaku Manga. Yaitu, disaat sudah beli manga yang dipinginin, terus ada adegan lucunya, terus pingin ketawa ngakak, tapi nggak bisa ketawa gara-gara sakit gigi..... =.=
Malang nian nasib saya ini... T.T (Musuh ini sangat berpengaruh untuk tipe orang yang bisa ketawa ngakak cuma gara-gara baca manga. Contohnya saya. Bahkan manga serius macem Detective Conan pun bisa buat saya ketawa terpingkal-pingkal).

Selasa, 19 Maret 2013

Waktu Aku Pertama Kali Ngomong Sama Dia :)

Rasanya..
Aku mulai tertarik (lagi) dengan seorang laki-laki.
Dia cukup pendiam.
Penampilan biasa.
Rambut acak-acakann.
Tapi suaranya...berkesan di hati.
Aku pikir akan sulit
Memulai sebuah percakapan
Begitu juga saat aku dan dia
pertama kali berdialog.
Simple, tapi...
Entahlah, ada daya tarik dari cara dia bicara...
Suaranya...
Ah, mungkin juga tatapan matanya.
Tapi aku terlalu malu untuk memandangnya.
Seterusnya...
Ada yang berbeda dengan dirinya.
Hanya dalam beberapa jam
dia telah membuatku terfokus padanya.
Sesekali aku mencarinya.
Sesekali aku berharap.
Ah, sayang sudah usai.
Kesempatanku untuk mengenalnya lebih jauh sudah tidak ada.
Entah sampai kapan aku tertarik padanya.
Yang aku sadari...
I still looking for him.
:)

Jumat, 01 Maret 2013

Partai Pohon Beringin

Ini orang-orang kos ribut komentar sama berita di tv. Yang anak dibunuhlah, yang pelecehan seksual lah, partai Golkar lah.. =.=
Makin bobrok aja moral negara ini. 
Nah, ngomongin tentang partai golkar, ada kenangan masa kecilku yang nggak menyenangkan sekali tentang partai yang satu ini. =.=
Ceritanya nih ya, dulu itu pas waktu aku masih kecil, yah.. kira-kira kelas 2 atau 3 SD lah. Waktu itu aku masih tinggal di perumahan PT tempat bapak kerja.
Aku selalu punya kenangan manis di perumahan ini. Meski rumah yang ditempati berukuran kecil, dikelilingi perkebunan nanas, dan jauh dari segala kemajuan teknologi yang sedang berkembang, aku menganggapnya adalah sebuah pulau kecil. Pulau yang penduduknya adalah orang-orang yang merantau. 
Kehidupan perumahan ini selalu saja meriah. Entah pagi, entah siang, entah malam, selalu rame. Nggak terkecuali pas perayaan-perayaan tertentu. Salah satunya adalah perayaan 17 Agustus. 
Tiap taun, di awal bulan Agustus, rumah-rumah di perumahan ini sudah dihiasi dengan segala pernik-pernik ala 17 Agustus-an. Para bapak mulai mencari bambu-bambu kecil untuk memasang umbul-umbul dan bendera merah putih, anak-anak kecil merengek ke orang tua mereka untuk menghias sepeda mereka sekeren mungkin, sedang ibu-ibu berlatih senam poco-poco untuk dilombakan. Tak ketinggalan para bujang yang latian nge-band buat acara puncaknya.
Dan.....yang lagi ngetrend waktu itu adalah....lampu kelap-kelip yang dibentuk lucu lalu di pasang di depan setiap rumah. 
Yang paling keren saat itu adalah bentuk Teletubbies milik tetanggaku yang anaknya bernama Riko ( Aku lupa nama orang tuanya siapa =.=), terus bentuk bintang, bentuk bulan, bentuk bunga.. macem-macemlah pokoknya.
Kalau jalan di jalan perumahan pas malem hari, keliatan cantik banget itu lampu-lampu nya...
Dan yang bikin merusak adalah lampu kelap-kelip punyaku! >.<
Kenapaaaa bisaa?? 
Karena ibuku yang ngebentuk itu lampu-lampunya! >.< 
Nggak menyalahkan karena jelek sih.. tapi.. bentuknya itu.. yang... ya ampun... aku sampe berkali-kali ditanyain sama temenku "Wit, itu bentuk apa sih? jamur ya?"
Banyak yang mengira itu bentuk jamur. Padahal....
"Itu pohon beringin." kata ibuku pas aku tanya itu bentuk apa.
APA?! beringin dari mana coba.. jelas-jelas kalau aku yang liat itu bentuk jamur! bener-bener jamur!
Katanya sih ibu terinspirasi sama partai Golkar. =.=
Belum lagi kata bapak yang bilang itu lambang Koperasi Dwi Karya, koperasi yang ada di PT ini.
Ah.. aku juga nggak ngerti maksudnya apa orang tuaku ini.. Sungguh bentuk yang nggak lucu, dan nggak normal.. dan buat masa kecilku.... agak sedikit menyedihkan.. T.T 

Kamu yang Pergi

Banyak orang berpikir
Yang pergi lah yang akan berubah
Entah itu hidupnya
Entah juga hatinya..
Sedang yang ditinggalkan,
akan menunggu dengan bodohnya
Tapi kurasa kamu tidak begitu
Pergi mengikutiku, lalu melupakanku
Karena kamu pergi dan berubah
Tidak ada yang tertinggal
Tidak ada yang menunggu
Aku..
Hanya masa lalu mu..

Rabu, 20 Februari 2013

Am I alive?

Aku hidup di dua tempat saja
Rumah
Dan sekolah.
Setiap hari.
Enam jam dirumah
Sisanya entah dimana.
Tidur di malam hari,
Belajar di siang hari.
Apa aku hidup?

Kamu lebih hidup daripada aku.
Kamu di rumah, kamu di sekolah.
Kamu menyentuh kehangatan manusia lain,
Kamu bagian kehidupan orang lain.
Kamu lebih hidup dari pada aku.

Aku lebih hidup dari kamu.
Kamu lebih tidak punya harapan daripada aku.
Seseorang harus menolongmu.
Bolehkah aku?

Aku memang berputus asa.
Tapi tidak lagi.
Aku telah membuka hati.
Seseorang...
Tolong, selamatkan aku.

Ah, sesuatu terjadi pada diriku.
Di sini, ada rasa yang menggebu.
Kamu...
Maukah merasakan apa yang aku rasakan?

Aku selalu penasaran...
Bagaimana rasanya dua denyut jantung beriringan,
Menyatu, bersentuhan lewat jemari kita

Kesimpulannya...
Bisakah kita bersama?
Menghadapi semua,
Dengan kita yang lebih hidup dari kemarin

Aku setuju
Aku menyadari
Kita hidup setiap hari,
Lalu mati hanya sekali

Lalu kita dibangkitkan lagi
Dan kita tidak saling mengenal
Sampai saat itu tiba..
Ini, raih tanganku
Iringi langkahku

Ya, kita masih terlalu muda untuk membusuk di sini...

Rabu, 13 Februari 2013

Menunggu Hujan

Menunggu Hujan (2013/02/03)

Awalnya lukisan ini mau aku buat dengan suasana cerah ceria padang bunga. Tapi karena tiba-tiba mood berubah jadi buruk, makanya jadi mendung mau hujan badai gitu. =.= terjadi kesalahan dalam pelukisan seseorang yang ada dalam lukisan. =.= Jadi mirip hantu berbaju merah. =.= aku lupa melukis matanya juga..

Lihatlah ke Bulan. Look to the Moon. 달을 보세요. 満月に期待しています。

Lihatlah ke Bulan. Look to the Moon. 달을 보세요.  満月に期待しています。(2013/02/03)

Lukisan ini aku buat menggunakan cat air di kertas ukuran A4. Bercerita tentang dua orang anak laki-laki yang sedang istirahat karena kelelahan bermain di malam hari. Di padang rumput yang kecoklatan karena sedang musim kering, mereka sejenak mengistirahatkan raga. Lalu salah satu dari mereka berteriak, menunjuk bulan purnama yang terlihat sangat cantik.

Saat membuat lukisan ini, aku bisa membayangkan diriku ada di padang rumput tersebut. Melihat jauh ke langit malam dan menemukan bulan. Aku terus melihatnya sampai aku merasa aku ingin terbang ke sana. Melihat dunia lebih luas, mendengar suara lebih banyak, berbicara lebih keras. Aku ingin bebas!

Science-Words


Hidupmu yang memotong garis x hidupku
Dan hidupku yang memutasikan DNA hidupmu
Meski tidak di dimensi tiga yang sama
Yakinlah kita seperti larutan sejati, tak sekedar koloid..

Rabu, 31 Agustus 2011